Program Kerja

PROGRAM KERJA BAGIAN KETUA 

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengontrol setiap bagian.
  3. Mengurus pengurus organisasi yang melakukan kesalahan dengan bijaksana.
  4. Mengadakan perkumpulan pengurus OSPA seminggu sekali pada hari rabo.
  5. Berkonsultasi dengan pimpinan pondok melalui pengurus santri atau pembimbing.
  6. Mengontrol program kerja yang terlaksana maupun yang belom terlaksana .
  7. Menegur dan menindak pengurus OSPA yang lalai dalam menjalankan tugas.
  8. Menegur pengurus OSPA yang terlalu bayak bergaul dengan anggota.
  9. Berkonsultasi dengan bagian lain.
  10. Membuat stempel bagian ketua.
  11. Mengetik kebutuhan tiap-tiap bagian.
  12. Memungut uang di setiap anggota-anggota 2.000 per bulan.
  13. Bekerjasama dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN SEKBEN

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengetik surat-surat serta mendokumen tasikannya.
  3. Menyiapkan kaset-kaset untuk bagian OSPA
  4. Mencatat hasil-hasil penting.
  5. Mengetik tengko.
  6. Mengkordinir keluar masoksurat.
  7. Membuat anggaran untuk membeli alat-alat administrasi atau kesekertarisan.
  8. Menyediakan buku administrasi tiap-tiap bagian.
  9. Menjilit dokumen-dokumen yang penting.
  10. Bekerjasama dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN OLAHRAGA

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengadakan lari pagi satu kali dalam seminggu setiap hari jum’at.
  3. Membersihkan lapangan bila hendak berolahraga.
  4. Menindak para olahraga wan yang melanggar disiplin.
  5. Memberi peringatan kepada olahraga wan yang tidak mengikuti disiplin.
  6. Melengkapi perlengkapan olahraga.
  7. Memeriksa kamar sebelom berolahaga
  8. Membuat jadual latihan.
  9. Mencatat kejadian-kejadian penting.
  10. Mengharuskan bagi seluruh santri untuk memakai pakean olahraga ketika berolahrag.
  11. Melarang seluruh santri meninggalkan lapangan olahraga sebelom waktunya. .
  12. Melarang santri bermain bola didalam kamar.
  13. Melarang santri berolahraga selain waktu olahraga.
  14. Bekerjasama dengan bagian lain.

 

PROGRAM KERJA BAGIAN PRAMUKA

  1. Membantu bapakn pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengontrol latihan peramuka setiap hari kamis.
  3. Membuat jadual peramuka.
  4. Menyediakan alat-alat peramuka.
  5. Mengadakan perkajum dengan persetujuan bapak pimpinan pondok.
  6. Menghidupkan syir islam lewat peramuka.
  7. Mengadakan cros cantry sewaktu-waktu.
  8. Menulis nama-nama anggota.
  9.  Menindak anggota yang bermain ketika upacara berlangsung.
  10. Menindak anggota yang terlambat ketempat pelaksanaan peramuka.
  11. Bekerja sama dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN BAKESTRAM

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengadakan kursus-kursus dalam rangka menyalurkan bakat-bakat santri.
  3. Mengadakan kompetisi antar santri.
  4. Bekerjasama dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN KESEHATAN

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok
  2. Menyediakan obat-obat.
  3. Berhubungan dengan bagian keamanan dalam menindak santri yang pura-pura sakit.
  4. Berkosultasi dengan dokter bila mana perlu.
  5. Berusaha mengetahui obat-obatan serta kegunaan.
  6. Mendampingi santri yang sakit bila mana perlu.
  7. Membuat kotak P3K.
  8. Mengontrol kamar santri setiap hari.
  9. Membuat dan memasang selogan-selogan bertemakan tentang kesehatan.
  10. Menyediakan tempat alas kaki/keset.
  11. Mengadakan mahkamah.
  12. Berkonsultasi dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN PENERIMA TAMU

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Menerangkan kepada tamu tentang keadaan dan kegiatan pondok.
  3. Meajaga barang-barang tamu.
  4. Menjamu tamu dengan makanan dan minuman bila mana perlu.
  5. Melarang keras bagi seluruh santri memakai barang-barang tamu.
  6. Berusaha membuat albom poto bagi tamu penting.
  7. Berkosultasi dengan pembimbing
  8. Bekerjasama dengan bagian lain.

PROGRAM KERJA BAGIAN DAPUR

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok
  2. Membuat jadwal makan.
  3. Menjaga ketertipan dapur.
  4. Menindak santri yang tidak berdisiplin.
  5. Melarang santri makan sebelom wktunya.
  6. Menindak santri yang membuang nasi dan laok.
  7. Mengontrol santri pada waktu makan.  .
  8. Menidak santri yang tidak antri waktu makan.
  9. Berkonsultasi dengan bagian lain.
  10. Berkonsultasi dengan pembimbing.

PROGRAM KERJA BAGIAN BAKEPSA

Sub A Bagian Bahasa

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Memberi saksi bagi santri yang tidak berbahasa resmi dan merusak bahasa.
  3. Memberi bimbingan husus bagi santri baru.
  4. Memberikan kosakata bagi seluruh santri setiap hari kecuali hari jum’at.
  5. Memeriksa buku kosakata seminggu sekali.
  6. Mengadakan ujian kosakata 1 bulan sekali.
  7. Bekerjasama dengan bagian lain.

SUB B

BAGIAN PENGAJARAN

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunah-sunah pondok.
  2. Mengontrol santri setiap solat.
  3. Mengontrol kebersihan kamar dan sekitarnya.
  4. Mengadakan pemeriksaan perlengkapan solat.
  5. Membuat kelompok ngaji.
  6. Mengadakan lomba pidato 3 bulan sekali.
  7. Mencatat kejadian-kejadian penting.
  8. Bekerjasama dengan bagian lain.
  9. Mengadakan mahkamah.
  10. Mengharuskan bagi seluruh santri untuk memiliki keperluan madi dan alat alat cuci.
  11. Menganjurkan bagi seluruh santri untuk menghidupkan solat-solat sunah.
  12. Melarang bagi seluruh santri meninggalkan peralatan salat di sembarang tepat.

SUB C

BAGIAN KEAMANAN

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan suna-sunah pondok.
  2. Melarang santri meninggalkan basahan.
  3. Melarang santri mencuci pada waktu sore.
  4. Melarang santri memakai pakean yang tidak sesuai dengan disiplin pondok.
  5. Memberi hukuman bagi santri yang melanggar disiplin.
  6. Menindak tegas santri keluar kampus pondok.
  7. Mengontrol ronda malam.
  8. Membuat mahkamah..
  9. Melarang keras bagi santri berhubungan dengan lain jenis kecuali terpaksa.

PEROGRAM KERJA BAKEPSA PI

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dan dewan asatiz dalam menegakkan kedisiplin belajar.
  2. Melaksanakan koordinasi dan pengawasan dalam guna terciptanya aman tenang dan terkendali, terutama sa’at peruses belajar mengajar berlangsung.
  3. Membuat tata kedisiplinan dan mengordinasi semua kegiatan santri waiti. Dengan pembuatan “TENGKO” sebagaimana akan terlampir.
  4. Menindak dan memberikan sangsi bagi setiap santri wait yang melanggar kedisilinan yang di maksud.
  5. Turut serta menjaga nama baik ponpes AL-Urwatul Wutsqo beserta nama baik bapak pimpinan pondok dan para asatiz.
Iklan

AD/ART dan GBHKO

DDRAF MATERI MUSYAWARAH PENGURUS

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO ( OSPA )

Kalitemu Desa Sukadana Kec. Terara Kab. Lombok Timur NTB

 


PERATURAN TATA TERTIB
 

KILAS BALIK PERKEMBANGAN OSPA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PROGRAM KERJA

 

 

 

KULLIYATUL MU’ALLIMIN WAL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYAH ( KMI )

PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

Kalitemu Desa Sukadana Kec. Terara Kab. Lombok Timur NTB

03 – 04 Juli 2010

JADWAL ACARA

MUSYAWARAH PENGURUS OSPA KE-II TAHUN 2010

NO

HARI/TGL

WAKTU

ACARA

KET

1.

Sabtu

3 Juli 2010

08.00-08.30

08.30-10.30

10.30-11.45

11.45-12.00

Pembukaan

Pleno I :

–          Pembahasan jadwal acara

–          Istirahat

–          Pemilihan Ketua sidang

Panitia

2

Sabtu

3 Juli 2010

13.30-14.00

14.00-14.10

14.10-15.30

Pleno II :

–          Pandangan umum tentang perkembangan OSPA 1 tahun yang lewat

–          Pembagian komisi

–          Sidang-sidang komisi

Pimpinan sidang

3

Sabtu

3 Juli 2010

20.00-22.00

Pleno III :

–          Laporan hasil sidang komisi

Pimpinan

sidang

4

Minggu

4 Juli 2010

08.00-Selesai

ParipurnaPimpinan sidang

DRAF PERATURAN TATA TERTIB MUSYAWARAH PENGURUS OSPA

BAB I

Ketentuan Umum

 

Pasal 1

Yang dimaksud dengan Musyawarah dalam tata tertib ini adalah Musyawarah/siding yang dilakukan oleh pengurus OSPA pada bulsn Juli di Pondok Peasantren Al-Urwatul Wutsqo

 

Pasal 2

Yang dimaksud dengan Pnitia Musyawarah tim pelaksana taknis yang dibentuk dan ditunjuk oleh DPO

BAB II

Korum

Musyawarah adalah permusyawaratan tertinggi pengurus OSPA yang dianggap sah penyelenggaraannya jika dihadiri oleh 2/3 dari jumlah pengurus OSPA yang sah danharus dihadiri oleh DPO

BAB III

Peserta

 

Pasal 3

Peserta Musywarah adalah pengurus OSPA yang sah dan DPO

Pasal 4

Hak dan kewajiban peserta

  1. Mentaati peraturan tata tertib serta ketentuan-ketentuan yang berlaku selama Musyawah berlangsung
  2. Menghadiri sidang tepat waktu
  3. Memelihara ketertiban, keamanan dan kelancaran jalannya Musyawarah
  4. Mengeluarkan pendapat, ide dan usulan serta keritikan untuk mencapai mufakat

BAB IV

Persidangan

 

Pasal 5

Sidang-sidang dalam Musyawarah ini terdiri dari :

  1. Sidang Pleno
  2. Sidang Komisi
  3. Sidang Paripurna

Pasal 6

Sidang pleno dihadiri oleh peserta Musyawarah dan dianggap sah jika sidang dihadiri oleh 50 % + 1 dari keseluruhan peserta sebagaiman yang tertera pada bab III

Pasal 7

Sidang Komisi terdiri dari Komisi A dan B

 

Pasal 8

Untuk menyelesaikan perumusan suatu masalah, komisi-komisi atau sub komisi dapat membentuk tim perumus

Pasal 9

  1. Setiap persidangan, pimpinan sidang berkewajiban mengumumkan bahwa korum telah terpenuhi
  2. Apabila waktu sidang korum belum terpenuhi, maka pimpinan sidang boleh membuka sidang dan kemudian menunda (skors) Paling lama 15 menit.
  3. Apabila sudah waktu penundaan lewat dan korum belum juga terpenuhi, maka sidang dapat dilanjutkan dan dinyatakan sah tanpa memperhitungkan korum

Pasal 10

Sidang pleno membahas dan mengesahkan acara persidangan, peraturan tata tertib Musyawarah, OSPA, Laporan perumusan hasil seluruh sidang komisi

Pasal 11

  1. Sidang Paripurna berisi pengesahan seluruh hasil sidang pleno, pemilihan ketua dan pengurus OSPA
  2. Sidang paripurna dapat diisi dengan acara ceramah, sambutan dan masukan daripihak tertentu baik dari pemerintah atau pakar yang diundang untuk itu

BABV

Pimpinan sidang

 

Pasal 12

  1. Sidang pleno untuk pembahasan susunan acara dan peraturan tata tertib ditetapkan oleh panitia
  2. Adapun pimpinan sidang pleno lainnya dan sidang-sidang komisi ditetapkan oleh peserta Musyawarah
  3. Pimpinan sidang paripurna dipilih dan ditetapkan oleh panitia

Pasal 13

Jumlah pimpinan sidang pleno, komisi dan paripurna sekurang-kurangnya terdiri dari 2 orang yang terdiri dari ketua dan sekretaris

Pasal 14

Pimpinan sidang berkewajiban

  1. Memimpin sidang dan menjaga ketertiban
  2. Menjaga agar peaturan tata tertib Musyawarah ditaai dengan seksama oleh setiap peserta Sidang
  3. Memberi izin kepada peserta untuk berbicara dan menjaga agar pembicaraan dapat mengemukakan pendapatnya dan tidak menyimpang dari acara yang sedang di tetapkan
  4. Menyimpulkan persoalan yang sedang diputuskan dan menandatanganinya

Pasal 15

Selama sidang berlangsung Pimpinan Sidang hanya dapat berbicara dan menjelaskan pokok bahasan, atau mengembalikan pembicaraan kepada pokok bahasan, apabila ada pembicaraan yang menyimpang

 

Pasal 16

Apabila Ketua Sidang turut serta berbicara tentang hal yang dirundingkan dan atau sementara meninggalkan tempat, maka pimpinan sidang diserahkan kepada Wakil ketua sidang

Pasal 17

Pimpinan sidang berhak :

  1. Mengatur urutan pembicara
  2. Mengatur waktu bagi tiap pembicara
  3. Menegur pembicara dan menghentikan pembicaraannya setelah diperingatkan terlebih dahulu

BABVI

Pengambilan Keputusan

 

Pasal 18

  1. Keputusan diambil berdasarkan Musyawarah
  2. Apabila dengan Musyawarah tidak tercapai keputusan, maka keputusan ditetapkan dengan pemungutan suara
  3. Jika dalam pemungutan suara berimbang, maka keputusan diserahkan kepada DPO

BABVII

Penutup

Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini, akan diatur lebih lanjut oleh pimpinan sidang dengan persetujuan anggota sidang

KETETAPAN

MUSYAWARAH ORGANISASI SANTRI PONDOK PESANTREN

AL-URWATUL WUTSQO

NO : 01/ M-2/OSPA/2010

 

TENTANG

 

         AGENDA ACARA DAN TATA TERTIB

MUSYAWARAH KE-II OSPA.

Bismillahirrohmanirrohim

Musyawarah ke-II OSPA. Dengam mengharap rahnmat dan ridho Allah swt, setelah :

Menimbang             : Untuk kelancaran dan ketertiban mekanisme Musyawarah ke- II OSPA, maka dipandang perlu untuk menetapkan Agenda Acara berikut Tata Tertibnya.

Mengingat               :  1. BAB IV, pasal 8, ayat 1 Anggaran Dasar OSPA

2. BAB I , ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga OSPA

Memperhatikan      : OSPA membutuhkan suatu bentuk aturan persidangan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan itu

MEMUTUSKAN

Mmenetapkan        : 1. Agenda Acara dan Tata Tertib Musywarah ke- II OSPA sebagaimana terlampir

2. Ketetatapan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan dan tidak akan ditinjau kembali kecuali terdapat kekeliruan didalamnya.

Billahitaufik wal hidayah

Ditetapkan         : Kalitemu Ds. sukadana

Pada Tanggal     : 02 Juli 2010

Waktu                : 15.30 WITA.

ANGGARAN DASAR ORGANISASI

PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO (OSPA)   

 

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

 

PASAL 1

NAMA

 

      Nama organisasi ini adalah Organisasi Santri Pondok pesantren AL-Urwatul wutsqo

Yang selanjutnya di singkat dengan OSPA.

PASAL 2

WAKTU 

      OSPA di dirikan pada hari senin tanggal 17 juli 2000 dengan musawarah pertama di laksanakan pada tanggal 27 juli 2000.

PASAL 3

BENTUK DAN SIPAT

       OSPA adalah bentuk organisasi pengkaderan, pendidikan dan pengajaran yang bersipat terbuka.

PASAL 4

TEMPAT KEDUDUKAN

        Tempat kedudukan OSPA berada di Kalitemu desa Sukadana kecamatan Terara LOTIM NTB 

BAB II

AZAN DAN TUJUAN

PASAL 5

AZAS

                OSPA adalah organisasi yang berazazkan AL-Qur’an, sunah dan pancasila.

PASAL 6

TUJUAN

         Tujuan OSPA adalah mewujutkan generasi islam yang aktif. Kereatif, dan inopatip.

BAB III

POKOK-POKOK PERJUANGAN

PASAL 7

  1. Menggerakan santri dalam mengaplikasikan panca jiwa,moto dan panca jangka pondok.
  2. Siap memimpin dan di pimpin.
  3. Aktip serta dalam membangun umat.

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI 

PASAL 8

Struktur organisasi OSPA

  1. Organ tertinggi pembuat keputusan adalah musyawarah.
  2. Pembuat keputusan tertinggi setelah musyawarah adalah Dewan Pengawas OSPA (DPO).
  3. Pflaksanaan keputusan-keputusan musyawarah adalah OSPA 

PASAL 9

PERINSIP-PERINSIP ORGANISASI 

  1. Iklas
  2. Sederhana
  3. Berdikari
  4. Ukhwah islamiah
  5. Bebas
  6. Bfrtanggung jawab

 

PASAL 10

DISIPLIN PENGURUS

 

Setiap pengurus mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

BAB V

DISIPLIN PENGURUS

 

PASAL 11

SANKSI

 

        Sanksi yang di berikan pada setiap pengurus yang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta disiplin organisasi baru:

  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Skorsing dan kehilangan haknya sebagai pengurus dan harus tetap menjalankan kwajibannya.
  4. Di pecat dari kepengurusan OSPA.

 

PASAL 12

PELAKSANAAN SANKSI

 

         Sanksi di laksanakan atas dasar penilaian yang benar dan adil melalui Sidang Pengawas OSPA.

 

PASAL 13

HAK PEMBELAAN DIRI

  1. Pengurus yang menerima sanksi berhak melakukan pembelaan diri.
  2. Jika pembelaan diri di terima maka rehabilitasi harus diberikan.

 

BAB VI

ATRIBUT

 

PASAL 14

BENDERA

 

PASAL 15

LAMBANG

 

BAB VII

 

PASAL 16

KEUANGAN

Sumber keuangan OSPA adalah:

  1. Iuran anggota
  2. Donasi dari donatur yang tidak mengigat.
  3. Pemerintahan daerah
  4. Lain-lain yang sah dan tidak mengingat

 

PASAL 17

 

        Untuk menjaga keamanan maka dana dapat disimpa di bank atas nama OSPA.

 

BAB VIII

PERTANGGUNG JAWABAN

 

PASAL 18

 

OSPA bertanggung jawap kepada Dewan Pengurus OSPA melalui Musyawarah.

BAB IX

ATURAN TAMBAHAN DAN PERALIHAN

 

PASAL 19

 

  1. Hal-hal yang belom di atur dalam Anggaran Dasar ini, akan di atur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tngga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat berdiri sendiri.

 

PASAL 20

 

       Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tngga hanya bdapat dilaksanakan oleh musyawarah.

Atas di sepakatinya bersama:

Anggaran Dasar ini di sahkan pada hari kamis tanggal 24 juli tahun 2008.  yang di tanda tangani dan di sahkan oleh.

Mengetahui

Ketua sidang

Riyan hidayatullah

             Anggota I                                                                          Anggota II

Humaidi azhari                                                                          Isriadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ORGANISASI SANTRI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

( OSPA )

BAB I

STRUKTUR KEPENGURUSAN

 

  1. STRUKTUR KEKUASAAN

Pasal 1

Musyawarah

  1. Musyawarah adalah pengambilan keputusan tertinggi
  2. Musyawarah dalaksanakan 1 (satu) tahun sekali
  3. Musyawarah dihadiri oleh :
    1. Peserta penuh yaitu  seluruh anggota organisasi yang tergabung dalam  OSPA
    2. Mempunyai hak untuk memilih dan dipilih
    3. Mempunyai hak suara dan bersuara
    4. Peserta peninjau yang mempunyai hak bicaratampahak suara
    5. Tugas-tugas dan wewenang
      1. Meminta pertanggung jawaban ketua OSPA yang dipilih pada priode sebelumnya
      2. Memilih dan mengangkat pimpinan siding
        1. Memilih dan menetapkan kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
        2. Membuat program kerja dan rekomendasi-rekomendasi
        3. Musyawarah dilaksanakan atas dasar
        4. Usulan 50% + 1 anggota perwakilan masing-masing anggota organisasi
          1. Apabila tidak dapat poin 1 maka musyawarah dapat dilanjutkan atas persetujuan musyawarah

Pasal 2

Badan Pengawas OSPA (DPO)

  1. DPO terdiri dari dewan Asatizt adalah pembuat keputusan tertinggi setelah musyawarah
  2. Rapat DPO dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu bulan
  3. Tugas dan wewenang
  4. Melakukan analisis terhadap situasi pondok
  5. Melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan dan kondisi organisasi
  6. Melakukan keputusan yang belum sempat dibuat oleh musyawarah
    1. Membuat rekomendasi-rekomendasi, resolusi-resolusi dan ketetapan-ketetapan
  1. STRUKTUR PIMPINAN

Pasal 3

Ketua OSPA

  1. Ketua OSPA adalah badan atau intansi kepemimpinan tertinggi organisasi
    1. Masa jabatan ketua OSPA adalah 1 tahun terhitung sejak pelantikan dan  serah terima jabatan dari ketua OSPA lama (demesianer)
    2. Tugas-tugas dan wewenang
    3. Menjalankan hasil musyawarah
    4. Menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
    5. Membantu Pimpinan pondok dalam menegakkan kedisiplinan pondok
    6. Mengayomi para anggota

Pasal 4

Personalia Ketua OSPA

  1. Formasi kepengurusan sekurang-kurangnya terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara
  2. Dalam menjalankan tugas-tugasnya ketua OSPA dibantu dengan bagian-bagian diantaranya
  3. Bagian Keamanan, Pengajaran dan Bahasa (BAKEPSA)
  4. Bagian Kesejahtraan
  5. Bagian Keterampilan, Olah Raga dan Pramuka (BAKETRANG)
  6. Tugas- tugas dan wewenang
    1. Membantu ketua OSPA dalam menjalankan tugas-tugasnya
    2. Memberikan pelayanan terhadap anggota sesuai dengan bidang yang digarapnya
    3. Bertanggungjawab kepada ketua OSPA, selama mengemban amanah

 

Pasal 5

Anggota

  1. Anggota OSPA adalah seluruh santri dan santriwati Ponpas. Al-Urwatul Wutsqo, terhitung sejak terdaptar menjadi santri atau santriwati
  2. Hak dan Kewajiban anggota
    1. mendapatkan pengakuan, perlakuan dan pelayanan yang sama
    2. Mematuhi perintah ketua OSPA dan jajarannya selama perintah itu tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi
    3. Turut serta membangun rasa aman, tentram serta menjaga nama baik Ponpes. Al- Urwatul Wutsqo

Pasal 6

Penutup

Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran rumah tanggga ini, akan dibahas lebih lanjut dalam musyawarah

KETETAPAN

MUSYAWARAH ORGANISASI SANTRI PONDOK PESANTREN

AL-URWATUL WUTSQO

NO : 02/ M-2/OSPA/2010

 

TENTANG

 

         PEMBAGIAN KOMISI-KOMISI

MUSYAWARAH KE-II OSPA.

Bismillahirrohmanirrohim

Musyawarah ke-II OSPA. Dengam mengharap rahnmat dan ridho Allah swt, setelah :

Menimbang             : Untuk kelancaran dan ketertiban mekanisme Musyawarah ke- II OSPA, maka dipandang perlu untuk menetapkan pemilihan komisi-komisi

Mengingat               :  1. Pasal 7 dalam Tata Tertib Persidangan OSPA Ke-II 2010

2. Sebagaimana kesepakatan dalam sidang Pleno I tentang Tata Tertib Persidangan OSPA Ke-II 2010

Memperhatikan      : Persidangan OSPA membutuhkan pembagian komisi, untuk kelancaran persidangan. Dengan ini

MEMUTUSKAN

Mmenetapkan        : 1.  Menetapkan dan Memilih Komisi-Komisi

2. Ketetatapan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan dan tidak akan ditinjau kembali kecuali terdapat kekeliruan didalamnya.

Billahitaufik wal hidayah

Ditetapkan         : Kalitemu Desa Sukadana

Pada Tanggal     : 03 Juli 2010

Waktu                : 11.30 WITA.


Web Ponpes Al-Urwatul Wutsqo Pindah ke Alamat Baru

Al-Urwatul Wutsqo pindah ke website yang baru di

http://ponpes-alurwatulwutsqo.blogspot.com/

Atau klik Gambar Website Al-Urwatul Wutsqo

Website Ponpes Al-Urwatul Wutsqo

Disiplin Santriwati

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

( OSPA PI )

Periode 2011-2012

TENGKO BAGIAN PENGAJARAN Sub :B

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pondok
  2. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı memılıkı Al-Qur an sendırı.
  3.  Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı memınta ızın kebagıan pengajaran apabıla hendak keluar musolla.
  4. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı menhapal juz amma.
  5. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı sholat berjamaah.
  6. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı mengıkutı latıhan pıdato setıap malam jumat.
  7. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı memakaı pakaıan resmı ketıka masuk kelas dan dan acara-acara pentıng.
  8. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı mengumpulkan teks pıdatonya 5 harı sebelum tampıl.
  9. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı berpuasa pada harı senın dan kamıs.
  10. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı membaca Al-Qur an sebelum dan sesudah sholat.
  11. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı membawa sejadah dan Al-Qur an kemusolla.
  12. Dı haruskan bagı seluruh santrıwatı berwudu sebelum tıdur.
  13. Dı larang bagı seluruh santrıwatı tıdur sebelum jam 22.00 Wıta.
  14. Dı larang bagı seluruh santrıwatı untuk bermaın-maın dı waktu sholat.
  15. Dı larang bagı seluruh santrıwatı menınggalkan alat sholat dı tempat sholat.
  16. Dı larang bagı seluruh santrıwatı makan ketıka sholat.
  17. Dı larang mencorat-coret buku- kıtab kecualı nama.
  18. Dı larang keras memınjam atau memperpınjamkan kıtab kecualı yang bersaudara.

19.Dilarang mencoret-coret buku\kitab keculi nama

Demikian tenko yg kami buat semoga dapat dijalankan dengan semestinya

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

( OSPA PI )

Periode 2011-2012

TENGKO BAGIAN BAHASA SUB:C

  1. Diharuskan bagi seluruh santriwati untuk berbahasa resmi arab pada mingguan arab dan inggris pada mingguan bahasa inggris
  2. Diharuskan bagi seluruh santriwati untuk mencatat kosa kata yg telah diberikan dan meletakkanya dalam tiga kalimat
  3. Diharuskan bagi seluruh santriwati mengikuti muhadasah pada hari selasa dan juma’t
  4. Diharuskan bagi seluruh santriwati memakai bahasa indonesia jika bicara dengan masyarakat kampung dan tamu kecuali terpaksa
  5. Diharuskan bagi selurh santriwati memiliki dua buku kosa kata bahasa arab dan inggris
  6. Diharuskan bagi seluruh santriwati membawa buku kosa kata kemanapun ia pergi
  7. Diharukan bagi seluruh santriwati menghapal muhadasah conpesesen yg telah diberikan
  8. Diharuskan bagi seluruh santriwati mengikuti ujian kosa kata
  9. Diharuskan bagi santriwati  mengumpulkan kosa kata setiap hari kamis
  10. Diharuskan bagi jasus untuk mengumpulkan laporanya sebelum jaros mandi
  11. Dilarang bagi seluruh santriwati lama mengejek santriwati baru dalam berbahasa
  12. Dilarang keras bagi seluruh santriwati merusak bahasa
  13. Dilarang bagi seluruh santriwati membuat –buat bahasa baru
  14. Dilarang bagi seluruh santriwati menggunakan dialog daerah
  15. Dilanjurkan bagi seluruh santriwati memiliki kamus 2 bahasa arab dan inggris

Demikian tengko yg kami buat semoga dapat dijalankan dengan semestinya

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

                                                       ( OSPA PI )

Periode 2011-2012

TENGKO BAGIAN PRAMUKA  SUB:D

1.Membantu bapak pimpinan pondok dalam menjalankan disiplin dan sunnah-sunnah

pondok

2.Diwajibkan bagi seluruh santriwati memiliki perlengkapan pramuka

3.Diwajibkan bagi seluruh santriwati mengikuti acara latihan pramuka setiap hari rabu kecuali yg berhalangan

4.Diharuskan bagi seluruh santriwati memakai jilbab segi empat diwaktu acara latihan pramuka

5.Diharuskan bagi seluruh santriwati mengikuti latihan pramuka kecuali berhalangan dan seizin bagiannya

6.Dilarang bagi seluruh santriwati bermain-main diwaktu acara dimulai

7.Diharuskan bagi seluruh santrwati membawa buku agenda disetiap acara latihan pramuka

Demikian tengko yg kami buat semoga dapat dijalani dengan semestinya

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

                                                       ( OSPA PI )

Periode 2011-2012

TENGKO BAGIAN  OLAH RAGA  SUB:E

  1. Membantu bapak pimpinan pondok dalam menegakan disiplin dan sunnah-sunnah pondok
  2. Diwajibkan bagi seluruh santriwati mengikuti olah raga setiap sore
  3. Diharuskan bagi seluruh santriwati untuk meminta izin kepada bagian olah raga bila berhalangan mengikuti olah raga
  4. Diharuskan bagi seluruh santriwati untuk memakai pakaian olah raga ketika olah raga
  5. Diharuskan bagi seluruh santriwati datang ketempat olah raga tepat pada waktunya
  6. Dilarang bagi seluruh santriwati berolah raga tidak pada waktunya
  7. Dilarang bagi seluruh santriwati menyimpan peralatan olahraga didalam kotaknya tanpa seizin bagiannya
  8. Dilarang bagi seluruh santriwati memakai pakaian shalat ketika berolahraga

Demikian tengko yg kami buat semoga dapat dijalankan dengan semestinya

ORGANISASI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO

                                                       ( OSPA PI )

Periode 2011-2012

TENGKO BAGIAN  KEAMANAN  SUB:A

  1. Menetapkan bahwa menghina bapak pimpinan pondok mengambil hak milik orang lain tanpa izin berhubungan dengan lain jenis alias pacaran termasuk pelanggaran berat dan dikenakan sanksi dan diusir bila mana perlu
  2. Diharuskan bagi seluruh santriwati minta izin kebagian keamanan dan membayar uang perizinan sebanyak Rp.2000 bagi yg pulang dan Rp.1000 bagi yg keluar kampus pondok
  3. Diharuskan bagi seluruh santriwati memakai celana panjang di waktu tidur
  4. Melaporkan barang yang hilang ke bagian keamanan
  5. Diharuskan bagi seluruh santriwati memiliki kartu pelajar
  6. Diharuska bagi seluruh santriwati memilki peralatan mandi
  7. Diharuskan bagi seluruh santriwati memiliki kunci lemari
  8. Diharuskan bagi seluruh santriwati menyiram dan mengumpulkan sapu setelah bertugas
  9. Dilarang bagi seluruh santriwati menyimpan dan membawa barang-barang elektronik dan benda-benda tajam
  10. Dilarang bagi seluruh santriwati berkelahi dan berkata kotor
  11. Dilarang bagi seluruh santriwati meninggalkan peralatan mandi di tempat mandi dan tempat sembarangan
  12. Dilarang bagi seluruh santriwati membuang sampah sembarangan
  13. Dilarang bagi seluruh santriwati mencucui pakaian lebih dari 5
  14. Dilarang bagi seluruh santriwati memakai pakaian sempit, mencolok dan berbau partai
  15. Dilarang bagi seluruh santriwati menjemur pakaian sampai magrib kecuali yang basah
  16. Dilarang keras bagi seluruh santriwati saling berhubungan dengan santri
  17. Dilarang keras bagi seluruh santriwati masuk ke kamar pengurus tanpa seizin pengurus
  18. Dilarang bagi seluruh santriwai terlalu banyak bergaul dengan orasng kampung
  19. Dianjurkan bagi seluruh santriwati memakai jilbab di waktu tidur
  20. Dianjurkan bagi seluruh santriwati memiliki ember
  21. Dilarang bagi seluruh santriwati memakai asesoris
  22. Dilarang bagi seluruh santriwati memakai jilbab transfaran, pendek dan kecil
  23. Diharuskan bagi seluruh santriwati memiliki hanger

Demikian tengko kami buat semoga dapat dijalanka dengan semestinya

Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup

Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Read the rest of this entry

Sejarah Islam Nusantara

Masjid Kuno Bayan

 Risalah Islam Indonesia


Muslim Indonesia punya sejarah luar biasa. Sahabat Rasulullah, pernah pula langsung berdakwah di Nusantara.

Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya?

Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. Teori pertama diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara. Read the rest of this entry

Pesantren

Oleh Hamid Fahmy Zarkasyi

Pada periode awal pembangunan negara ini telah terjadi perdebatan sengit antara Dr.Sutomo dengan S.T.Alisyahbana tentang arah pembangunan negara Republik Indonesia. Bagi yang pertama negara ini hanya dapat dibangun berdasarkan khazanah budaya bangsa ini, sedang bagi yang kedua negara ini dapat maju hanya dengan meniru sepenuhnya budaya Barat. Yang pertama membanggakan pendidikan pesantren yang kedua mengagungkan pendidikan sekuler ala Barat, dengan argumentasi masing-masing. Meskipun argumentasi Dr.Sutomo cukup kuat dan rasional, namun pemikiran S.T.Alisyahbana sejatinya mewakili arus pemikiran para pengambil kebijakan kependidikan saat itu. Yang menarik di sini bukan argumentasi mereka masing-masing, tapi implikasi bahwa usaha meletakkan pendidikan pesantren sebagai rival pendidikan sekuler Barat memang telah lama wujud. Read the rest of this entry